Kamis, 24 Mei 2018
10:27 WIB - Universita Sahid Tingkatkan Mutu Pendidikan | 01:09 WIB - Kehadiran Bioskop Kota Cinema Mall Jatiasih Alternatif Hiburan di Bekasi | 00:58 WIB - Seperti apa Penampilan Yovie Widianto di Kota Cinema Mall Jatiasih? | 16:55 WIB - Radix Victoriia SMKN 23 Jakarta Juara Aspira Award 2018 | 11:12 WIB - Cara Fardhan Zee Viralkan Lagu Nirdeyee | 20:17 WIB - Casio Rilis Jam Tangan Edisi Terbatas
 

Rambah Dunia Bisnis Kahmi Luncurkan Kahmi Preneur

- - , // - WIB

mediabintang.com,Jakarta- Ketua Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) mengatakan, para alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang tergabung dalam KAHMI, diharapkan merubah mindset dari political oriented menjadi entrepreneur oriented.


Saat ditemui di bilangan Jakarta Pusat, Minggu (12/3/2018) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, 
Ketua Presidium KAHMI, Kamrussamad menegaskan, sudah tidak zamannya lagi  selalu berfikiran mengambil peran dipolitik. KAHMI akan mengedepankan aspek kewirausahaan.

"Saat ini sudah tidak jamannya lagi untuk selalu berpikiran dan mengambil peran di politik. Kahmi  akan mengedepankan aspek kewirausahaan," jelas Ketua Presidium KAHMI, Kamrussamad.

Tambahnya, bahwa dirinya akan.merubah pola berfikir Kahmi, dari pencari pekerjaan menjadi menciptakan lapangan pekerjaan.

. "Sesuai dengan janji saya. Yaitu saya akan reorientasi mental KAHMI dari Pencari Lapangan kerja menjadi Pencipta Lapangan kerja. Karena itulah Kahmi luncurkan  program inspiratif ‘KAHMIPreneur’ untuk melatih, mentoring, membuka akses permodalan, akses pemasaran, akses teknologi digital dan akses manajemen modern agar bisnis alumni HMI bisa tumbuh dan berkembang menjadi kekuatan kemandirian ekonomi umat," terangnya.

Kamrussamad yang juga pengurus Kadin Indoensia menegaskan bahwa membangun  kemandirian ekonomi umat  menjadi salah satu tantangan terbesar bagi KAHMI.

 "Tantangan hari ini dan ke depan bagi generasi muda  adalah mengambil peranan pembangunan wirausaha sebagai wujud perubahan mindset alumni HMI.
Apalagi dalam era milenal seperti sekarang ini. Produk yang dihasilkan sangat mudah dipromosikan dengan media digital. Bahkan, untuk  memenangkan persaingan adalah dengan terus-menerus memunculkan atau menciptakan perbedaan (diferensiasi). Hal ini yang mesti berjalan baik dari sisi barang maupun pemasaran," urainya.

Langkah awal,  Kahmi berencana mendorong  bisnis digital, mengingat bisnis ini sedang  trend.
Selain itu, dengan adanya digitalisasi terutama dalam pemasaran maka modal yang perlukan tidaklah besar. Namun, tetap produk yang dihasilkan tidak monoton dan mengkuti atau menjadi follower yang lain. "Tentunya kalau memang ingin menjadi sorotan dalam persaingan ini harus lebih kreatif baik dalam menghasilkan produk maupun memasarkan," ujarnya. Oleh karenanya, pihaknya juga membuka sebuah harapan untuk bisa berdiskusi terkait market dengan produk yang dihasilkan oleh anggota KAHMI.










 
 
Redaksi | Tentang Kami
Copyright 2013