Senin, 25 Maret 2019
23:54 WIB - Terjual Fantastic, Handphone Realme 3 Kembali Memasarkan Produknya Di Lazada | 00:52 WIB - Model Seksi Cynthiara Alona Laporkan Pengembang Apartemen Lenteng Agung Ke Polda | 08:36 WIB - Cerita Dhidit Widhiarti Hadisubrata, Pengusaha Kecantikan Lokal Tembus Pasar Uni Eropa | 05:08 WIB - Sekjen Kemdiknas: Jumlah dan Kualitas Guru Termasuk Kesejahteraannya Terus Meningkat | 05:06 WIB - Rudi Antara : Infrastruktur Untuk Kemajuan Bangsa | 14:11 WIB - Cara Isteri Okan Kornelius Rapikan dan Putihkan Gigi
 
MEDIA BINTANG (MB) : SELEB : 21 Maret, Kisah Taruna-Taruni Ditampilkan Dalam Film Pohon Terkenal. Seperti Apa?

21 Maret, Kisah Taruna-Taruni Ditampilkan Dalam Film Pohon Terkenal. Seperti Apa?

SELEB - ds/red - Jumat, 08/03/2019 - 12:03:15 WIB

mediabintang.com,Jakarta-Pohon Terkenal, sebuah film yang menggambarkan kisah kehidupan sehari-hari Taruna-Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) saat menjalani pendidikan, Film ini, untuk membangkitkan nasionalisme dan apresiasi tinggi bagi taruna dan taruni Akpol. film yang diinisiasi Divisi Humas Polri dan dikaryakan sutradara Monty Tiwa ini, akan tayang 21 Maret di seluruh bioskop Indonesia.

Film yang menggambarkan kisah kehidupan calon perwira polisi di Akademi Kepolisian (Akpol) ini, dibintangi Laura Theu‎x, berperan sebagai Ayu, Umay Shahab sebagai Bara Maulana, dan Raim Laode berperan sebagai Yohanes Solossa. Ketiganya sebagai taruna dan taruni Akpol dan berasal dari keluarga dan latar belakang berbeda. Ketiganya dipertemukan di Akpol.

Digambarkan, ketiganya bercerita soal pengalaman selama syuting di Akpol Semarang selama 20 ‎hari bersama para taruna dan taruni Akpol. Mereka  kerap mendapat hukuman dari pelatih setiap harinya, sehingga disebut pohon terkenal.

"Sistem di Akpol kami ikuti setiap harinya, bangun pagi sampai tidur. Latihan PBB juga kami ikut," kata Umay. Rencananya, film ini akan diputar perdana serentak pada 21 Maret.

Sementara itu, Laura Theux menerangkan, pengalaman menjalani syuting film ini, banyak hal berharga. Salah satunya, soal disiplin. ‎Bagi Laura, film ini membangkitkan nasionalisme dan apresiasi tinggi bagi taruna dan taruni Akpol.

"Disana kan enggak boleh pakai ponsel. Bayangkan saja, masa muda mereka dihabiskan untuk mendidik diri supaya jadi abdi negara yang tangguh. Yang pasti pengalaman syuting ini berharga sekali," ujar Laura.

‎Film ini merupakan karya sutradaya Monty Tiwa dan Annisa Meutia, sebuah film kerja sama dengan Divisi Humas Mabes Polri. Film ini juga diharapkan menarik minat para generasi muda untuk bergabung di Akpol tanpa dipungut biaya.


Iqbal menjelaskan, pohon terkenal, istilah di lingkungan Akpol bagi taruna atau taruni yang kerap berulah. Tiap angkatan di Akpol memiliki 'pohon terkenal'.

"Misalnya yang suka membuat masalah, yang sering terlambat apel, atau ngantuk saat pendidikan. Jadi, tanpa disebutkan namanya, kalau peserta apel kurang satu, pasti semua sudah tahu siapa yang belum datang. Istilah Betawinya 'lu lagi, lu lagi'," ujar Iqbal.

Agar menarik, sisi entertaint film ini juga ditampilkan lewah kisah percintaan para taruna taruni Akpol. Iqbal berkeyakinan, film ini akan diterima di hati para pencinta film, khususnya oleh masyarakat yang hendak mendaftar Akpol dan alumni Akpol.

"Ini film pertama yang bercerita tentang Akpol. Kalau misalnya semua lulusan Akpol nonton, mereka bernostalgia, bayangkan saja. Lalu mereka akan ajak anak, istri, dan tetangganya," tutur Iqbal.

 
 
Redaksi | Tentang Kami
Copyright 2013