Senin, 25 Maret 2019
23:54 WIB - Terjual Fantastic, Handphone Realme 3 Kembali Memasarkan Produknya Di Lazada | 00:52 WIB - Model Seksi Cynthiara Alona Laporkan Pengembang Apartemen Lenteng Agung Ke Polda | 08:36 WIB - Cerita Dhidit Widhiarti Hadisubrata, Pengusaha Kecantikan Lokal Tembus Pasar Uni Eropa | 05:08 WIB - Sekjen Kemdiknas: Jumlah dan Kualitas Guru Termasuk Kesejahteraannya Terus Meningkat | 05:06 WIB - Rudi Antara : Infrastruktur Untuk Kemajuan Bangsa | 14:11 WIB - Cara Isteri Okan Kornelius Rapikan dan Putihkan Gigi
 
MEDIA BINTANG (MB) : NEWS : Sekjen Kemdiknas: Jumlah dan Kualitas Guru Termasuk Kesejahteraannya Terus Meningkat

Sekjen Kemdiknas: Jumlah dan Kualitas Guru Termasuk Kesejahteraannya Terus Meningkat

NEWS - ds/red - Kamis, 14/03/2019 - 05:08:34 WIB

mediabintang.com,Jakarta–Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Didik Suhardi, mengatakan, pemerintah terus berusaha memenuhi jumlah dan kualitas guru di Indonesia. "termasuk juga peningkatan kesejahteraannya," ujarnya dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk 'Membangun Sumber Daya Manusia Menyongsong Era Industri 4.0: Bidang Ketenagakerjaan, Pendidikan, dan Kesehatan', yang diselenggarakan di Ruang Serba Guna Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Jelasnya, berdasarkan data Kemendikbud, total jumlah guru di Indonesia adalah 3,17 juta orang. 'Yang mengajar di sekolah negeri berjumlah 2,114 juta dan yang mengajar di sekolah swasta berjumlah sekitar 902 ribu guru. Pemerintah terus berupaya menambah rekrutmen guru-guru baru untuk mengurangi kekurangan guru di Indonesia,' tambahnya.

Ia juga menerangkan alternatif untuk merekrut guru baru adalah melalui jalur PNS (pegawai negeri sipil) dengan kriteria usia maksimal 35 tahun, pendidikan minimal S-1/D-IV, dan memiliki sertifikasi profesi. Untuk jalur PPPK (pegawai pemerintah berdasarkan perjanjian kerja) kriterianya usia minimal 20 tahun, serta maksimal 59 tahun, pendidikan minimal S-1/D-4 dan diprioritaskan yang memiliki sertifikasi profesi.

"PPPK memiliki status, hak, dan perlindungan yang jelas setara dengan PNS)," tukasnya.

Ia menambahkan bahwa perhitungan standar jumlah guru mengajar maksimal 24 jam/minggu tanpa multi grade (beberapa tingkatan kelas) dan tanpa multi subject teaching (beberapa pelajaran) adalah berjumlah 998.133 guru. Sementara perhitungan efisiensi dimana guru mengajar maksimal 31 jam/minggu dengan multi grade dan multi subject teaching adalah berjumlah 707.324 guru.

Selanjutnya ia merinci jumlah guru tersertifikasi di sekolah negeri berjumlah 1,95 juta yang pegawai negeri. Sedangkan non pegawai negeri ada 16.471 guru yang bersertifikat. Bagaimana di sekolah swasta? Didik Suhardi mengatakan bahwa ada gur yang berstatus pegawai negeri mengajar di swasta yag memiliki sertifikat berjumlah 79.249 guru. Lalu yang non pegawai negeri sudag bersertifikat berjumlah 201.307 guru.

Sedangkan untuk menaikkan kesejahteraan guru, pemerintah dari tahun ke tahun menaikkan Tunjangan Guru PNS melalui Dana Transfer Daerah.T utuk  Lalu untuk Tunjangan Profesi Guru Non PNS melalui Dana Pusat.

Adapun rincian untuk Tunjanga Profesi Guru PNS melalui Transfer Daerah pada tahun 2017 berjumlah Rp 55,1 T untuk 1.31 juta guru. Lalu meningkat lagi di tahun 2018 sebanyak Rp56,8 T untuk 1,230 juta guru dan pada tahun 2019 dengan jumlah Rp56,9 T untuk 1,220 juta guru. Sebagai catatan untuk tahun 2019 akan terjadi penurunan transfer dalam jumlah besar karena akan terjadi pension guru dalam jumlah besar.

Selanjutnya untuk  Tunjangan Profesi Guru Non-PNS melalui Dana Pusat pada tahun 2017 berjumlah Rp4,8 T untuk 222 ribu guru, Tahun 2018 berjumlah Rp5,6 T untuk 210 ribu guru dan tahun 2019 berjumlah Rp.5,7 T untuk 212 ribu guru.

Turut hadir sebagai narasumber dalam FMB 9 kali ini antara lain Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Setiawan Wangsaatmaja, dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan.

 
 
Redaksi | Tentang Kami
Copyright 2013