Selasa, 16 Juli 2019
20:26 WIB - PT. Blue Bird Tbk dan EF English First Luncurkan Program EF Mobile | 13:02 WIB - Maher Zain Gelar Konser di 8 Kota di Indonesia | 10:00 WIB - Abigail Khairunisa Lepas Single Istimewa, | 08:41 WIB - Presenter Jodhy Bangun Mushola Dengan Tenda? Ini Penjelasannya | 08:35 WIB - Pop Mix of The Stars Siap Guncang Blantika Musik Indonesia | 12:11 WIB - Film Mahasiswa Baru, Artis Lintas Generasi Beradu Ekting
 
MEDIA BINTANG (MB) : KULINER : Aceh Terus Promosikan Kuliner Sebagai Daya Tarik Wisata

Aceh Terus Promosikan Kuliner Sebagai Daya Tarik Wisata

KULINER - Ismail - Selasa, 09/07/2019 - 10:58:27 WIB


Mediabintang.com,  Jakarta - Selain mempromosikan keindahan alam dan budaya nya,  Aceh terus memperkenalkan keragaman kuliner sebagai daya tarik wisata di daerahnya. Agar bukan cuma  bukan Mie Aceh dan Kopi Gayo yang kondang,  tapi juga  Ayam Tangkap, Gule Kambing, Martabak Aceh Roti Canai. Kuliner Aceh memang memiliki cita rasa kuat dalam setiap menunya.

“Kuliner Aceh merupakan suatu proses rangkaian dari proses hulu ke hilir. Sebab, komersialisasinya bisa dimulai dari wisata agrikultur, wisata organik, wisata pendidikan, wisata sejarah, sampai wisata membuat makanan,” kataTenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Management Calender of Event (CoE) Esthy Reko Astuti.

Hal itu Esthy katakan saat pembukaan gelaran Aceh Culiner Festival (ACF) di Taman Ratu Safiatuddin Banda Aceh (5/7/2019). Menurutnya lagi, Aceh memiliki potensi luar biasa di sektor kuliner karena narasi dan gaya cerita yang kuat tentang kuliner Aceh.

Dalam portofolio pariwisata selama ini, sektor kuliner menyumbang sekitar 30-40 persen pendapatan pariwisata. Ekonomi kreatif berkontribusi sebesar 7,38 persen terhadap perekonomian nasional dengan total PDB sekitar Rp852,24 triliun, dari total kontribusi tersebut subsektor kuliner menyumbang 41,69 persen.

"Kalau kuliner dibina dengan baik, semua aspek akan tersentuh. UMKM tersentuh, pariwisata, budaya juga tersentuh. Sangat luas pengaruhnya. Apalagi sektor perekonomian," ujar Esthy penuh antusias.

Kuliner memang menjadi salah satu potensi yang menjanjikan bagi pariwisata Aceh. Hal ini juga  ditegaskan  Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Helvizar Ibrahim. 

Lanjut Helfizar, pengaruh kuliner juga  sangat besar bagi daerah lain. Misalnya mie Aceh, kopi Gayo, ayam tangkap, dan berbagai jenis makanan Aceh lainnya, semisal gule kambing, martabak Aceh dan Roti Canai  yang mempengaruhi kuliner di luar Aceh. 

"Bahkan hingga di Indonesia bagian timur pun, mie Aceh disukai masyarakat luas. Kopi Gayo pun sudah mendunia. Dunia internasional mengetahuinya.  Itu semua menjadi bagian budaya dan tradisi Aceh. Sebuah identitas yang harus dimaksimalkan untuk mendukung pariwisata," ujar Helvizar.

Helvizar juga menandaskan kalau gelaran ACF kali ini begitu meriah. Tercatat selama tiga hari pelaksanaan, ACF dikunjungi lebih dari 62 ribu orang.

“Saat ini perputaran uang sudah mencapai Rp4,1 miliar dengan penjualan tertinggi tenant Rp70 juta dan penjualan terendah tenant Rp3,5 juta selama pelaksanaan acara,” ulasnya.

Pakar kuliner Chef William Wongso yang juga hadir dalam ACF 2019 menambahkan,  masakan acehmemiliki cita rasa kuat dalam setiap menunya.

“Membicarakan kuliner Aceh itu selalu menyenangkan karena sangat kuat cita rasa yang dihadirkannya. Ada asam, gurih, dan pedas. Belum lagi kekuatan rempahnya yang sangat luar biasa. Ragam olahannya banyak. Ini menjadi keunggulan tersendiri dari kuliner Aceh," pungkasnya.

Hero

 
 
Redaksi | Tentang Kami
Copyright 2013