Selasa, 04 08 2020
22:35 WIB - Ditresnarkoba Polda Riau Musnahkan Barang Bukti 18 KG Sabu Hasil Pengungkapan Jaringan Internasional | 19:55 WIB - Panglima TNI Anugerahi Kapolri Tiga Bintang Utama Darat, Udara dan Laut | 06:20 WIB - Panen Raya Program Jaga Kampung, Polda Riau Gandeng Persatuan Pedagang Jagung Bakar Pekanbaru | 20:53 WIB - Gelar Operasi Patuh Lancang Kuning 2020, Polda Riau Targetkan Tekan Angka Kecelakaan | 22:17 WIB - Polda Riau Bongkar Sindikat Penyulingan Minyak Illegal Di Dumai, 4 Orang Diringkus, 1 DPO | 09:16 WIB - Cerita Helmy Salon, Make up Artis Hingga Butik Masa Covid-19
 
MEDIA BINTANG (MB) : NEWS : Warga Cilincing Jakarta Utara Terkena Penyakit ISPA Akibat Debu Batu Bara

Warga Cilincing Jakarta Utara Terkena Penyakit ISPA Akibat Debu Batu Bara

NEWS - Ismail - Senin, 02/09/2019 - 21:14:53 WIB


 

Mediabintang.com, Jakarta - Koalisi Masyarakat Jakarta Utara melakukan aksi demonstrasi didepan PT. Karya Citra Nusantara (KCN), Sabtu (21/9). Salah satu tuntutannya, polusi Udara yang dihasilkan PT. KCN telah merugian warga Jakarta utara. Akibatnya warga terkena penyakit ISPA.

Polusi udara akibat debu batu bara di Marunda diduga menyebabkan banyak warga kecamatan Marunda, Jakarta Utara, menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Kami disini mendesak PT. KCN agar segera memberhentikan pengoperasian perusahaan karena telah melanggar hukum yang telah diatur oleh pemerintah dan harus bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan akibat dari operasi bongkar muat   batu bara di pelabuhan tersebut,”  tandas Laode Kamaludin, Kordinator Lapangan Koalisi Masyarakat Jakarta Utara.

Sugianto, salah seorang warga menjelaslan, debu berwarna hitam pekat itu terbukti tampak jelas menempel di dinding dan kusen jendela rumahnya  di Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

Sugiyanto mengatakan debu hitam yang ia tunjukkan itu terhitung sedikit. Sebab, pada musim angin barat daya pada November–Februari, tebal tumpukan debu bisa lebih dari 1 sentimeter. “Ini debu batu bara,” kata dia. Ia melanjutkan debu batu bara berbeda dengan debu pada umumnya. Debu batu bara berdampak buruk bagi kesehatan. “Kalau terhirup, tenggorokan terasa gatal,” lanjutnya.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Yudi Dimyati, menjelaskan sampai saat ini pihaknya telah menganalisa bahwa penyakit yang paling banyak ditemukan adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). “Faktor nomor satu yang menyebabkan ISPA itu karena lingkungan (debu). Bukan karena penularan,” ujar Yudi.

Manajer Kampanye Perkotaan dan Energi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Dwi Sawung, mengatakan debu batu bara sangat berbahaya untuk kesehatan manusia. Meskipun tidak melalui proses pembakaran, debu batu bara tetap menghasilkan particulate matter (PM) 2,5, yakni debu melayang berukuran lebih kecil dari 2,5 mikrometer atau 3 persen dari diameter rambut manusia.

Masker biasa tidak mampu mencegah partikel debu masuk ke tubuh manusia lewat pernapasan. “Harus menggunakan masker khusus yang memiliki filter PM 2,5,” kata Dwi. “Harga masker ini 10 kali lipat lebih mahal dibanding masker biasa," jelasnya

Dwi menjelaskan PM 2,5 yang menumpuk di paru-paru akan menyebabkan penyakit gangguan pernapasan. Namun ada satu penyakit yang terkait langsung dengan debu batu bara, yaitu black lung (pneumokoniosis) atau paru-paru hitam. Mereka yang tinggal dekat dengan area pertambangan atau bongkar-muat batu bara rentan terkena penyakit ini.

Hero

 
 
Redaksi | Tentang Kami
Copyright 2013