Kamis, 19 09 2019
20:27 WIB - Film Pretty Boys, Film Terakhir Vincen | 09:39 WIB - Bekraf Gelar Beacon 2019 | 08:37 WIB - LP3I Gelar PSPl Pada Peserta Didik Baru Seluruh Cabang LP3I Indonesia | 09:08 WIB - Dato Sri Aliff Syukri Gandeng Lucinta Luna Lewat Single Cowo Baru | 06:25 WIB - Kemeriahan Ulang Tahun Shellyana Dan Ucapan Artis Trangi | 15:52 WIB - Zaskia Gotik Rilis Single Lagu Ayo Turu
 
MEDIA BINTANG (MB) : NEWS : Kata Bambang Brodjonegoro, Pariwisata Mampu Dorong Indonesia Jadi Negara Maju

Kata Bambang Brodjonegoro, Pariwisata Mampu Dorong Indonesia Jadi Negara Maju

NEWS - Ismail - Rabu, 11/09/2019 - 11:36:41 WIB



Mediabintang.com,  Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia Bambang Brodjonegoro saat Rapat Koordinasi Nasional Pariwisata (Rakornaspar) III Tahun 2019 di Swissotel PIK Avenue, Jakarta (10/9/2019) menandaskan, 
sektor pariwisata mampu mendorong Indonesia naik kelas menjadi negara maju pada 2045. 

Rakornas ini dihadiri oleh sejumlah Menteri dan Pejabat Kementerian dan Lembaga, antara lain Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono; Menteri Perencaan Pembangunan Nasional Indonesia, Bambang Brodojonegoro; Menteri Perhubungan, Budi Karya  Sumadi; Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo; dan Kepala Biro Perencaan dan Keuangan Bekraf, Ahmad Rekotomo. 

Bambang Brodjonegoro mengatakan, visi lima tahunan agar indonesia bisa menjadi negara maju dan berkembang adalah dengan menjadikan sektor pariwisata sebagai penumpu perekonomian bangsa.

“Pariwisata adalah harapan untuk perekonomian Indonesia naik kelas menjadi kategori negara maju pada 2045. Fokus kita 5 tahun ke depan adalah memperkuat devisa melalui pariwisata, bukan hanya jumlah wisatawannya. Wisata MICE harus digenjot karena sekalipun rentang tinggal mereka singkat tapi para turis MICE ini _big spender,_" katanya sebagaimana rilis yang diterima Mediabintang.com.

Bambang melanjutkan target yang ditetapkan untuk pariwisata pada 2024 yaitu menyumbang devisa mencapai 28 miliar dolar AS atau setara dengan 26 juta kunjungan wisman dan memberikan kontribusi PDB mencapai 5,5 persen.

“Untuk wisnus targetnya mencapai 350-400 juta orang, serta mempekerjakan 15 juta orang pekerja dan meningkatkan peringkat _Travel and Tourism_ ke posisi 29 sampai 34," kata Bambang.

Menurut Kepala Bappenas ini,  persaingan ekonomi global saat ini sangat berat. Komoditas ekspor saat ini tidak bisa diandalkan untuk jadi penghasil devisa. Sektor pariwisata yang saat ini jadi harapan besar.

“Salah satu item transaksi berjalan adalah _travel_, selisih antara berapa pengeluaran wisatawan asing di Indonesia yang menjadi devisa dan berapa wisatawan Indonesia yang mengeluarkan. Alhamdulillah masih surplus. tapi surplusnya menipis,” katanya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya memaparkan pertumbuhan pariwisata Indonesia meraih peringkat ke-9 tercepat di dunia, dengan pertumbuhan wisatawan mancanegara pada tahun 2014-2018 mencapai 67,6 persen. 

"Maka dari itu bisa diproyeksikan kemungkinan pada 2019, target devisa mencapai 20 miliar dolar AS dapat tercapai," kata Menpar.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menginginkan pembangunan infrastruktur di kawasan destinasi super prioritas agar dipercepat. Sehingga, bisa dipromosikan secara masif pada 2020. Untuk mencapai target ini, pemerintah menganggarkan Rp6,5 triliun kepada 4 destinasi super prioritas dengan rincian Danau Toba (Rp2,2 triliun). Kemudian Borobudur (Rp2,1 triliun), Labuan Bajo (Rp6,3 triliun), dan Mandalika (Rp1,9 triliun).

Presiden Jokowi meminta seluruh kementerian terkait agar memberikan dukungan penuh. Baik itu dalam hal yang berkaitan dengan kepemilikan tanah, maupun penghijauan kembali kawasan wisata, terutama di Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, dan Mandalika.

Hero

 
 
Redaksi | Tentang Kami
Copyright 2013