Rabu, 20 November 2019
16:04 WIB - Intip Persiapan Puteri Indonesia 2019 Frederika Alexis Cull Menuju Miss Universe 2019 | 23:09 WIB - Satufest Gelar Konser Malam Pergantian Tahun Baru | 15:00 WIB - Wow, Viu Menangkan 12 Asian Academy Creative Awards | 05:13 WIB - Alasan Andi Rianto Gelar Konser di Arena Balap Sepeda Velodrome | 14:27 WIB - Bamsoet Minta Iuran BPJS Kesehatan Kelas III Tidak Naik | 11:53 WIB - Djajuk Ferianto Meninggal Hari Ini
 
MEDIA BINTANG (MB) : NEWS : Mobvista Gelar Seminar Mobile Marketing Konten Video

Mobvista Gelar Seminar Mobile Marketing Konten Video

NEWS - Red-marno - Jumat, 18/10/2019 - 13:30:52 WIB
Vivi Wang, Business Development Director Mobvista Asia Tenggara Mobvista, dalam Seminar Mobile Marketing mengenai peluang besar dalam Konten Video, di Jakarta Kamis (17/10). (smn)
TERKAIT:

Jakarta, Mediabintang.com - Beberapa tahun terakhir ini konten video singkat menjadi tren, berkat perkembangan teknologi dan peningkatan aksesibilitas di semua platform. Seperti platform sosial yang populer di Indonesia, Facebook, Instagram dan YouTube. Untuk itu, Mobvista sebagai platform teknologi terdepan dunia, penyedia jasa mobile advertising dan analytics pengemban aplikasi menggelar seminar mobile marketing pertama di Indonesia.

Acara yang bertemakan 'Revolusi Video ini menampilkan seminar dari TikTok dan Mobvista, serta diskusi panel dengan pembicara dari TikTok, Bukalapak, Tiket.com, Traveloka dan Mobvista. Seminar ini mengeksplorasi bagaimana brand dan marketer di Indonesia dapat memanfaatkan peluang dengan lebih baik untuk memaksimalkan kinerja mobile marketing mereka.

Indonesia negara terkemuka keempat di dunia dalam hal pengguna aktif Instagram dan TikTok. Dengan pengguna mencapai 62% orang Indonesia menggunakan Stories berjelajah konten, dan hanya 38% menggunakan reguler Instagram feed Platform video singkat seperti YouTube, Instagram dan Facebook Stories, WhatsApp Status, TikTok semakin populer di Indonesia.

Sebagai negara terpadat keempat di dunia yang terus mengalami pertumbuhan teknologi, Indonesia diproyeksikan menjadi kontributor besar pengguna internet berikutnya dengan generasi baru secara online melalui smartphone.

Vivi Wang, Business Development Director Mobvista Asia Tenggara di Jakarta Kamis (17/10) mengatakan, "Populasi Indonesia yang luas, dengan penggunaan ponsel secara aktif, menghadirkan peluang emas bagi brand dan marketer Video, khususnya telah mengalami pertumbuhan yang spektakuler di Indonesia".

TikTok sekarang mendukung dan mempermudah para pembuat konten video. Platform konten ini fokus untuk membuat video singkat agar lebih mudah diakses dengan banyaknya pengguna yang menciptakan konten video. Dalam ruang yang ramai seperti itu, brand harus mampu menyediakan konten video yang bermakna dan personal kepada konsumen melalui strategi konten video yang tepat.

Kami percaya bahwa brand dan content creator juga harus memikirkan kembali strategi short form video. Tidak hanya untuk mempersonalisasi identitas brand, namun juga menghubungkan audience dan brand secara emosional dengan cara mengaitkan konten dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka. Kuncinya adalah membuat visualisasi menarik dengan alur cerita yang memikat dan menarik perhatian konsumen dalam bentuk short form video, tutur Vivi Wang.

Media sosial telah berkembang dari sekadar platform untuk terhubung dengan teman dan keluarga. Ini menjadi jalan bagi brand untuk berinteraksi dengan pelanggan mereka secara atraksi dan persuasi. Hal ini membantu mengubah persepsi dan mendorong penjualan Konten video di tengah tengah kondisi pasar. tambahnya.

Seminar dari TikTok berfokus pada bagaimana memanfaatkan tren short form video untuk mendekatkan pelanggan di masa depan melalui TikTok. Sementara seminar dari Mobvista mengeksplorasi bagaimana short form video adalah cara yang baru storytelling. Diskusi panel berfokus pada wawasan dan tren pemasaran videountuk brand di Indonesia, serta dipimpin oleh digital marketing expert, Rahardan Apriadji selaku Senior Content Marketing Specialist di DailySocial id. (smn)

 
 
Redaksi | Tentang Kami
Copyright 2013