Rabu, 20 November 2019
16:04 WIB - Intip Persiapan Puteri Indonesia 2019 Frederika Alexis Cull Menuju Miss Universe 2019 | 23:09 WIB - Satufest Gelar Konser Malam Pergantian Tahun Baru | 15:00 WIB - Wow, Viu Menangkan 12 Asian Academy Creative Awards | 05:13 WIB - Alasan Andi Rianto Gelar Konser di Arena Balap Sepeda Velodrome | 14:27 WIB - Bamsoet Minta Iuran BPJS Kesehatan Kelas III Tidak Naik | 11:53 WIB - Djajuk Ferianto Meninggal Hari Ini
 
MEDIA BINTANG (MB) : SELEB : Trinity Optima Luncurkam Film Horor Versi HP

Apa Alasan Trinity Optima Production Luncurkan Film Horor
Trinity Optima Luncurkam Film Horor Versi HP

SELEB - dudung - Jumat, 01/11/2019 - 10:49:34 WIB

mediabintang.com Jakarta-Geliat Perfilman tanah air yang bergerak semakin baik dan demand yang tinggi merupakan latar belakang Trinity Optima Production dan Kratoon Pictures meluncurkan film versi handpohone bekerja sama dengan MAXstream.

Film yang dapat dilihat melalui aplikasi di smartphone ini, bertajuk 'Journal of Terror: Afterlife'. Apa alasannya?

"Ini adalah projek kedua kami bersama Telkomsel. Industri film memang sedang menggeliat, banyak demand dari masyarakat. Untuk itu kami menghadirkan konten-konten lokal lewat MAXstream," ujar CEO Trinity Optima Production, Yonathan Nugroho, di Jakarta, Kamis (31/10).  

Serial ini bisa disaksikan di ponsel maupun tablet mulai 31 Oktober 2019, lewat aplikasi MAXstream.

Dikta pemeran utama film ini yang
berperan sebagai Prana, pemuda yang memiliki kemampuan melihat makhluk tak kasat mata. 

"Prana ini anak yang lahirnya kembar. Cuma kembarannya tidak berhasil diselamatkan. Prana bisa melihat mahluk halus," jelas Dikta Wicaksono, di sela peluncuran serial Journal of Terror: Afterlife, di kawasan Gatot Subroto, 

"Prana  bukan tipe orang yang gampang bergaul, dan sedikit tertutup. Dia nggak terlalu suka dengan kondisi dia yang bisa melihat (hantu). Tapi ada satu kejadian yang bikin dia akhirnya mau menolong arwah-arwah untuk kembali ke alamnya," urainya lebih lanjut. 

Di serial ini, Dikta Wicaksono dituntut untuk lebih ekspresif. Hal ini dimaksudkan agar apa yang dirasakan oleh Prana bisa ditangkap dengan baik oleh penonton. 

"Meski saya bisa lihat setan, lihat copet, lihat rampok, karakternya lebih ke diam. Nggak ekspresif. Tapi nggak mungkin saya bgitu di sini. Jadi harus bisa menyampaikan ke penonton bahwa saya tuh bener-bener takut, tapi saya juga harus membantu arwah-arwah itu," paparnya.

Serial ini dapat disaksikan di ponsel maupun tablet mulai 31 Oktober 2019, lewat aplikasi MAXstream.


 
 
Redaksi | Tentang Kami
Copyright 2013