Rabu, 20 November 2019
16:04 WIB - Intip Persiapan Puteri Indonesia 2019 Frederika Alexis Cull Menuju Miss Universe 2019 | 23:09 WIB - Satufest Gelar Konser Malam Pergantian Tahun Baru | 15:00 WIB - Wow, Viu Menangkan 12 Asian Academy Creative Awards | 05:13 WIB - Alasan Andi Rianto Gelar Konser di Arena Balap Sepeda Velodrome | 14:27 WIB - Bamsoet Minta Iuran BPJS Kesehatan Kelas III Tidak Naik | 11:53 WIB - Djajuk Ferianto Meninggal Hari Ini
 
MEDIA BINTANG (MB) : NEWS : Wah, Amazon Polisikan Falcon Pictures Terkait Hak Cipta Foto 'Warkop DKI'

Wah, Amazon Polisikan Falcon Pictures Terkait Hak Cipta Foto 'Warkop DKI'

NEWS - Ismail - Senin, 04/11/2019 - 17:39:25 WIB


Mediabintang.com, Jakarta - Amazon Dalimunthe, wartawan senior dunia hiburan akhirnya mempolisikan Rumah produksi Falcon Pictures. Sebabnya karena PH itu menggunakan foto 'Warkop DKI' yang diklaim miliknya.

 Falcon dilaporkan atas tuduhan pelanggaran hak cipta karena menggunakan foto tersebut tanpa izin pemilik dan menggunakannya di film 'Warkop DKI Reborn' untuk tujuan komersial.

"Foto itu jepretan Tahun 1992 waktu mengenang almarhum Hanum Sitomorang di Jakarta. Itu merupakan karya Amazon dan bukan untuk dikomersilkan, akan tetapi hanya untuk kenangan pribadi," kata pengacara pelapor Pitra Romadoni kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (4/11/2019).

Dalam kasus ini, foto yang dimaksud adalah foto tiga aktor 'Warkop DKI', Dono, Kasino, dan Indro, di sebuah ruangan dengan setelan jas berwarna merah.

Laporan polisi itu tertuang pada LP/6715/X/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus dengan pelapor bernama Rahmad Lubis dan terlapor Falcon Pictures. Falcon diduga menggunakan foto tanpa seizin pemilik foto dan ditayangkan di film bioskop Warkop DKI Reborn.

Pitra melanjutkan, kliennya awalnya memberikan foto itu pada 1992 ke Falcon, namun bukan untuk dikomersilkan. Pada 18 Oktober 2019, kliennya melihat film 'Wakop DKI Reborn' di bioskop. Nah disitu diketahui kalau foto itu diselipkan di dalam film komersil itu.

"Dikatakan komersil karena orang nonton film itu di bioskop bayar. Jadi seharusnya klien kami dapat royalti. Sebelum ada laporan polisi saya sudah suruh klien mediasi dulu ke pihak terlapor, tetapi klien kami dapat perlakuan enggak menyenangkan dari mereka dengan mengatakan 'tanpa foto ini juga enggak berarti'," jelas Pitra.

Falcon Pictures dilaporkan dengan pasal tentang tindak pidana pelanggaran hak cipta dengan Pasal 112, Pasal 115 UU RI Nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta, juncto Pasal 55 KUHP.

Maeel

 
 
Redaksi | Tentang Kami
Copyright 2013