Sabtu, 18 Januari 2020
19:31 WIB - Atlet Olympic Michael Phelps dan Katie Ledecky Bergabung dengan Tim Panasonic di CES 2020 | 04:19 WIB - Dampak Minyak Zaitun Bagi Kecantikan Amanda Manopo | 12:22 WIB - Akhirnya Official Trailer dan Poster ‘Toko Barang Mantan’ Dirilis | 02:15 WIB - Ternyata Film Anak Garuda Terinspirasi Kisah Nyata | 01:48 WIB - NKCTHI Raup Sejuta Penonton | 09:43 WIB - PT Kereta Api Transportasi Andalan, Dirut KAI Edi Sukmoro Berbenah
 
MEDIA BINTANG (MB) : NEWS : Abracadabra Siap Berlaga dan Mencuri Hati Penikmat Film Indonesia

Abracadabra Siap Berlaga dan Mencuri Hati Penikmat Film Indonesia

NEWS - Ismail - Sabtu, 11/01/2020 - 01:19:02 WIB


Mediabintang.com, Jakarta – Layar sinema Indoneaia terus beriak. Abracadabra, sebuah film karya Faozan Rizal dari Ifa Isfansyah, siap berlaga dan mencuri hati penikmat film Indonesia. Film ini dibintangi oleh Reza Rahadian, Lukman Sardi, Asmara Abigail, Salvita Decorte dan deretan pemain bintang lainnya.

Abracadabra mulai tayang 9 Januari 2020. Film bertema pesulap dengan genre fantasi ini merupakan film ke-7 Faozan Rizal dan film ke-7 dari rumah produksi Fourcolours Films

Abracadabra berkisah tentang Lukman (Reza Rahadian), seorang grandmaster yang sudah tidak lagi percaya pada keajaiban, Ia berencana untuk gagal dan sekaligus pamitan ke teman-temannya di pertunjukan sulap terakhirnya. 

Lukman mempersiapkan trik mudah dari kotak kayu ayahnya, ia akan memanggil seseorang dari penonton untuk masuk ke dalamnya, memakunya, mengucapkan “Abracadabra!”, dan tentu saja orang tersebut masih ada di dalamnya. Tapi yang tidak ia ketahui adalah kotak itu milik banyak penyihir besar di masa lalu, hingga akhirnya sampai ke ayahnya yang juga seorang grandmaster. 

Kerumitan mulai terjadi setelah seorang anak laki-laki yang masuk ke kotak kayu itu menghilang. Keanehan dan keajaiban pun muncul silih berganti karena kotak kayu itu. Dalam perjalanannya untuk menemukan kembali anak laki-laki yang hilang, Lukman berusaha memecahkan rahasia kotak kayu itu dan kembali percaya pada keajaiban.

Kenapa ABRACADABRA? Menurut Faozan Rizal, “Kenapa tidak? Dunia magis dan dunia sinema adalah dua dunia yang bisa membuat saya hidup dalam dunia imajinasi saya sendiri. Walaupun penuh kebingungan, tapi intinya bagaimana kita harus percaya. Jadi mari kita rayakan kebingungan ini," tandas Faozan. 

Ifa Isfansyah sendiri tertarik memproduseri film ini lantaran menurutnya Faozan Rizal adalah seorang yang penuh imajinasi dan mempunyai visi kreatif yang sangat kuat. 

 “Ide-ide Faozan yang seperti bermunculan di setiap detiknya membuat saya sangat tertarik untuk berpartner. Bagaimana memberikan Faozan ruang dan kebebasan untuk berkarya tetapi juga sekaligus menjadi partner yang bisa membuat ide-idenya visibel untuk diproduksi,"  kilah Ifa.

Film Abracadabra sangat berbeda dengan film-film produksi Fourcolours Films sebelumnya yang banyak mengangkat isu-isu sosial. Menanggapi hal tersebut, Ifa Isfansyah menjelaskan kalau dirinya selalu ingin memproduksi film-film yang merupakan visi dari sutradaranya. 

"Kali ini menjadi sangat berbeda karena visi Faozan Rizal sendiri cukup berbeda. Dia mempunyai visi kreatif yang menarik dan ini menurut saya menjadi sangat tepat di saat Fourcolours Films memang selalu ingin mensupport keberagaman sinema itu sendiri. Film Abracadabra ini justru membuat film-film produksi Fourcolours Films menjadi sangat berwarna dan itu yang ingin kami sampaikan,"  jelas Ifa

Abracadabra adalah karya eksplorasi yang merupakan kerja sama Fourcolours Films dengan  HOOQ, Ideosource Entertainment dan Aurora Media. Guntur Siboro, Country Head, HOOQ Indonesia mengatakan, 

“Sebagai salah satu konten HOOQ Originals, film Abracadabra ini menjadi salah satu bukti komitmen HOOQ Indonesia dalam memajukan industri hiburan di Indonesia. Kami percaya, para sineas Indonesia mampu membuat film yang berkualitas tinggi dan tak hanya menjadi hiburan bagi berbagai lapisan masyarakat indonesia, namun juga menjadi bagian dari budaya populer di Indonesia," pungkasnya. 

Hero

 
 
Redaksi | Tentang Kami
Copyright 2013