Senin, 24 Februari 2020
11:14 WIB - Universitas Gunadarma Juarai PMCC 2019 | 08:19 WIB - Terbesar Digelar, PUBG Mobile Campus Championship 2019 Ajang E-sports Antar Kampus | 18:04 WIB - Waduh, Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas" Gunakan Film Analog 16mm | 08:23 WIB - Ancol Bagikan Pupuk Kompos Untuk Dukung Hari Peduli Sampah Nasional, | 18:12 WIB - Sebelum Menaiki Pesawat, Presiden Jokowi Berpesan Dashboard Lancang Kuning Bagus Sekali | 11:05 WIB - Edwin Jeans dan Dr. Kevin Berkolaborasi Bersama Lewat Shopee Super Brand Day
 
MEDIA BINTANG (MB) : NEWS : Semesta Memang Film yang Berbeda

Semesta Memang Film yang Berbeda

NEWS - Ismail - Rabu, 22/01/2020 - 20:55:52 WIB



Mediabintang.com,  Jakarta - Film dokumenter SEMESTA, produksi Tanakhir Films berkisah tentang merawat Indonesia. Sejak awal penggarapan, film ini menjadi tayangan yang berbeda.

Sutradara Chairun Nissa menegaskan,  ”Kami sepakat membuat film tentang perubahan alam yang bukan sekedar mendokumentasikan, tapi juga ada cara bertutur kata dan story yang kami coba bangun dari setiap lokasi,” tegasnya. 

Ada beberapa toko di dalam film SEMESTA seperti Tjokorda Raka Kerthyasa, tokoh budaya di Ubud Bali, Agustinus Pius Inam,Kepala Dusun Sungai Utik, Kalimantan Barat, Romo Marselus Hasan, Pemimpin Agama Katolik di Bea Muring, Manggarai,Nusa Tenggara Timur.

Lalau ada juga Muhammad Yusuf, imam di Desa Pameu, Aceh, Iskandar Waworuntu, mengelola Bumi Langit (Mengembangkan Ilmu Pemakultur untuk berhubungan kembali dengan alam) di Jogja, dan terakhir Soraya Cassandra, petani pendiri Kebun Kumara di Jakarta.

Dalam membangun kisah dan setiap tokoh tadi, stradara Chairun Nissa yang akrab disapa IIun tetap memakai struktur pencitraan tiga babak (Pengenalan, Permasalahan dan Penyelesaian).
Mengulik hal-hal ringan yang kita semua bisa lakukan dalam sehari-hari.

Berdasarkan pengalaman Nicholas Saputra yang juga dikenal publik sebagai aktor muda mumpuni mengungkap krisis ekologi di Indonesia cukup mengkhawatirkan” Makanya penting untuk menjaga kondisi alam sekarang juga," tegasnya. 

Film SEMESTA mendapat dukungan penuh dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Kehadiran film SEMESTA yang akan tayang terbatas di bioskop mulai 30 Januari 2020 diharapkan dapat memantik gerakan menjaga dan memelihara alam yang berkesinambungan. Demi masa depan kita semua.

Hero

 
 
Redaksi | Tentang Kami
Copyright 2013