<">
Rabu, 08 April 2020
22:21 WIB - Polda Riau Ringkus 5 Pelaku Jaringan Ilegal Taping antar Provinsi, Rugikan Negara Rp2,4 Miliar | 16:37 WIB - Cara Tokoin Hentikan Covid-19 di Indonesia | 07:49 WIB - Lewat Lagu Bona Paputungan Mengekspresikan Empatynya Bagi Tenaga Medis Covid-19 | 17:29 WIB - Tri Darma Perguruan Tinggi di Tengah Pandemi COVID-19 | 12:30 WIB - Tidak Benar, BNPB Terima 1 Juta Masker dari Shopee | 09:03 WIB - PT Sasa Inti Hadir Untuk Masyarakat Indonesia Dalam Menanggulangi Wabah COVID-19
 
MEDIA BINTANG (MB) : INFO PRODUK : Waduh, Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas" Gunakan Film Analog 16mm

Waduh, Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas" Gunakan Film Analog 16mm

INFO PRODUK - Ismail - Sabtu, 22/02/2020 - 18:04:24 WIB



Mediabintang. com,  Jakarta - Ada film Anyar garapan sutradara Edwin. Ia mengangkat novel karya Eka Kurniawan berjudul "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas" ke layar lebar, menggunakan film analog 16mm.

Edwin mengatakan penggunaan kamera analog bukan karena ingin bernostalgia dengan kejayaan masa lampau, apalagi filmnya mendatang mengambil latar belakang tahun 1980-an dan 1990-an. Bagi Edwin, hal itu bisa jadi adalah pembelajaran bagi para kru yang terlibat.

"Medium ini sebenarnya biasa kita pakai di 8-10 tahun yang lalu. Kan semua pakai analog. Tiba-tiba ke digital dan mematikan mesin ini. Bukankah ini medium tempat kita belajar yang harusnya juga jadi pilihan kita. Di sini saya senang sekali dan beruntung karena didukung," ujar Edwin dalam jumpa pers di Jakarta.

Penggunaan kamera analog ini pun menjadi salah satu alasan mengapa film "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas" baru bisa tayang pada 2021.

"Sekarang iini di Indonesia tidak ada fasilitas laboratorium film untuk analog. Itu makanya persiapan film sangat panjang. Kita harus tahu lab-nya paling dekat di mana dan membawa film ini keluar gimana walaupun sebenarnya ini daya excitement banget sih membawa 16mm di masa digital," jelas produser Palari Films, Dede.

"Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas" akan melibatkan Ladya Cheryl sebagai pemain utama. Film ini juga merupakan ajang reuni bagi Edwin dan Ladya setelah delapan tahun tidak bekerja sama dalam proyek film.

"Selama delapan tahun enggak ketemu, saya tahu dia masih cinta dengan film tapi untuk akting belum tentu jadi harus ditanyakan dulu. Akhirnya sama kayak proses sebelumnya, ketemu ajakin mau enggak. Ini juga proses yang formal, casting awal, kirim video. Ada ketertarikan atau relevan enggak buat dia," kata sutradara "Aruna dan Lidahnya" itu.

"Waktu itu gue bilang baca skrip dulu, novel dibaca juga, dari cerita sih yang bikin gue tertarik dan karakternya. Tapi apakah gue mampu memainkan ini, gue ragu pikir makanya perlu casting untuk meyakinkan diri gue sendiri dan teman-teman yang kerja bareng," ujar Ladya yang terkenal lewat film "Ada Apa dengan Cinta" itu melanjutkan.

Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas film bergenre drama, romansa dan laga yang bercerita tentang Ajo Kawir, jagoan yang tak takut mati. Hasratnya yang tak terpadamkan untuk berkelahi didorong oleh rahasia bahwa dia impoten.

Ketika bertemu dengan seorang petarung bernama Iteung (Ladya Cheryl), Ajo dibuat babak belur sekaligus bahagia karena jatuh cinta. Film ini direncanakan tayang pada 2021 dan saat ini masih dalam tahap pengembangan.

“Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” berlatar suasana Indonesia tahun 80 hingga awal 90an, mengupas maskulinitas dan relasi kekuasaan.

 “Kami berencana untuk bekerjasama dengan Kabupaten Rembang sebagai lokasi shooting film ini,” ujar Meiske Taurisia, produser film. Kabupaten Rembang terletak di ujung timur laut Provinsi Jawa Tengah dan dilalui Jalan Pantai Utara Jawa (Jalur Pantura).  

Hero

 
 
Redaksi | Tentang Kami
Copyright 2013