Rabu, 08 April 2020
22:21 WIB - Polda Riau Ringkus 5 Pelaku Jaringan Ilegal Taping antar Provinsi, Rugikan Negara Rp2,4 Miliar | 16:37 WIB - Cara Tokoin Hentikan Covid-19 di Indonesia | 07:49 WIB - Lewat Lagu Bona Paputungan Mengekspresikan Empatynya Bagi Tenaga Medis Covid-19 | 17:29 WIB - Tri Darma Perguruan Tinggi di Tengah Pandemi COVID-19 | 12:30 WIB - Tidak Benar, BNPB Terima 1 Juta Masker dari Shopee | 09:03 WIB - PT Sasa Inti Hadir Untuk Masyarakat Indonesia Dalam Menanggulangi Wabah COVID-19
 
MEDIA BINTANG (MB) : INSPIRASI : YPI dan BPOM Edukasi Finalis Puteri Indonesia 2020 Jadi Duta Kosmetik

YPI dan BPOM Edukasi Finalis Puteri Indonesia 2020 Jadi Duta Kosmetik

INSPIRASI - dudung - Kamis, 05/03/2020 - 05:04:00 WIB
Kevin Liliana (miss international 2017) Jolene Marie Cholock Rotinsulu (Puteri Indonesia Lingkungan 2019)
Ibu Kusuma Anjani,  Yayasan Puteri Indonesia, Penny Lukito Ketua BPOM, Hhivanly Salawane (Finalis Puteri Indonesia Papua Barat 2020),&nb
TERKAIT:

mediabintang.com,Jakarta-Banyaknya produk kosmetik di Indonesia yang tidak aman bagi kesehatan kulit dan tingginya kebutuhan produk kosmetik digunakan produsen kosmetik dalam memasarkan produk ilegal, Yayasan Putri Indonesia (YPI) bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahayanya produk ilegal.

Ketua Panitia Pemilihan Putri Indonesia 2020, Kusuma Anjani kepada wartawan dalam pembekalan 39 Finalis Putri Indonesia 2020 sebagai 'Duta Kosmetik Aman' di Auditorium Badan POM Jakarta, Rabu (4/3/2020) mengatakan, sebagai generasi muda, Puteri Indonesia harus dapat memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat agar paham cara mengenali kosmetik yang aman.

"Para finalis Putri Indonesia akan menjadi publik figur, trendsetter, mungkin juga endorser dari suatu produk. Kalian harus mengerti trik-trik apa yang harus dipahami, serta bagaimana sebagai edukator memberikan informasi pada teman-teman sesama millenial dan konsumen lainnya untuk memilih dan menggunakan kosmetik yang aman," ujarnya.


Gambar mungkin berisi: 7 orang, orang berdiri

Kevin Liliana (miss international 2017) Jolene Marie Cholock Rotinsulu (Puteri Indonesia Lingkungan 2019).  Ibu
Kusuma Anjani,  Yayasan Puteri Indonesia, Penny Lukito Ketua BPOM,
Hhivanly Salawane (Finalis Puteri Indonesia Papua Barat 2020), 
Stephanie Cecilia (Finalis Puteri Indonesia DKI Jakarta 1 2020).  Jihan Almira Chedid (Finalis Puteri Indonesia Jawa Tengah 2020)


Sebagai generasi muda, menurut Kusuma Anjani, Puteri Indonesia harus terus memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat untuk paham cara mencari kosmetik yang aman. Sebab, menurutnya, dampak penggunaan produk kosmetik ilegal sangat berbahaya.

"Efeknya sangat buruk, kalau pun memberikan putih yang segera, tetapi juga memberikan efek kulit kusam, perih, dan bahkan jerawat," terang Ajeng - sapaan akrabnya.

Lebih lanjut Ajeng menuturkan, selama 28 tahun YPI telah memberikan pelatihan kepada putri-putri terpilih dari 34 provinsi.

"Dari situ kami menanamkan beauty brain behaviour, yang secara tidak langsung mereka mendapat kewajiban untuk menyebarkan kebaikan, dan ini merupakan salah satu komitmen YPI. Kami juga merasa terhormat mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan Badan POM untuk meningkatkan kepedulian terhadap maraknya kosmetik ilegal. Ke depannya, harapan kami adalah putri-putri Indonesia ini mampu menginspirasi seluruh generasi muda di Indonesia, baik kaum pria dan juga kaum wanita. Apalagi di Indonesia lebih dari 40 persen dari penduduknya merupakan kaum millenial, yang merupakan sasaran empuk dari negara-negara lain untuk memasarkan produk kosmetikanya. Jadi ini merupakan tugas dari putri-putri Indonesia untuk memastikan selain menggunakan kosmetik lokal, juga kosmetik yang aman karena dampaknya sangat besar bagi kesehatan generasi-generasi penrus bangsa," papar Ajeng.


Gambar mungkin berisi: 6 orang, orang berdiri

Kevin Liliana (miss international 2017) Jolene Marie Cholock
Rotinsulu (Puteri Indonesia Lingkungan 2019).  Ibu
Kusuma Anjani,  Yayasan Puteri Indonesia, Hhivanly Salawane (Finalis Puteri Indonesia Papua Barat 2020), 
Stephanie Cecilia (Finalis Puteri Indonesia DKI Jakarta 1 2020).  Jihan
Almira Chedid (Finalis Puteri Indonesia Jawa Tengah 2020)


Dalam kesempatan itu, Kusuma Anjani juga mengungkapkan tentang besarnya potensi obat herbal - dalam hal ini jamu, yang memang merupakan warisan budaya di Indonesia yang harus terus dilestarikan.

"Kami melihat bahwa ada kerja sama yang memungkinkan yang dapat kami lakukan dengan Badan POM untuk meningkatkanawareness masyarakat akan jamu sebagai obat herbal yang aman, dan juga jamu sebagai cultureyang harus terus dijaga oleh generasi muda," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Badan POM RI, Penny K Lukito dalam pembekalannya di hadapan 39 Finalis Putri Indonesia 2020 menyampaikan, dewasa ini upaya pengawasan atau penindakan saja tidak akan cukup untuk memberantas kosmetik ilegal. Rantai demand masyarakat harus diputus dengan pemberdayaan melalui edukasi yang sistematis dan masif dengan mengajak semua pihak, termasuk para finalis Puteri Indonesia.

"Anda merupakan public figure yang memiliki citra positif di masyarakat, terutama generasi muda yang erat dengan media sosial. Untuk itu, saya mengajak anda semua untuk ikut mengedukasi masyarakat agar cerdas memilih kosmetik aman," ujar Penny.

Data perkara tindak pidana Badan POM menunjukkan bahwa 43 persen perkara tindak pidana yang terjadi sepanjang tahun 2019 adalah perkara terkait kosmetik, dengan nilai keekonomian temuan barang bukti mencapai 149,4 miliar rupiah.

Penny juga mengajak finalis Puteri Indonesia 2020 untuk ikut serta dalam menangkal dan memberantas berita hoaks yang sering beredar di media sosial.

"Isu hoaks mengenai kesehatan banyak beredar viral melalui media sosial. Anda sebagai finalis Puteri Indonesia yang tentu aktif di media sosial, merupakan influencer yang efektif dalam mengedukasi masyarakat dengan menyebarkan berita yang benar dari sumber yang terpercaya," tandasnya.

 
 
Redaksi | Tentang Kami
Copyright 2013