Senin, 06 Juli 2020
07:41 WIB - Pangdam: Dashboard Lancang Kuning Sangat Baik, Sinergitas Semua Elemen Kunci Keberhasilan | 08:57 WIB - Polri Pastikan Tetap Awasi Protokol Kesehatan Usai Maklumat Kapolri Dicabut | 23:15 WIB - Dipusatkan di Siak, Polda Riau Gelar Bakti Sosial Serentak Bersempena Hari Bhayangkara Ke 74 | 07:14 WIB - Tindaklanjuti Instruksi Presiden, Polda Riau Gelar Rapat Koordinator Kesiapan Karhutla 2020 | 19:14 WIB - Musnahkan Puluhan Kilogram Narkoba, Kapolda Riau: Siap Perang dan Serang Duluan | 14:14 WIB - Kenny Gabriel dan Sivia Azizah Rilis Single New York – Remix version
 
MEDIA BINTANG (MB) : INSPIRASI : Tanda Kasih Sayang Humaniora Foundation & Sahabat Kartini Pada Janda Manula

Tanda Kasih Sayang Humaniora Foundation & Sahabat Kartini Pada Janda Manula

INSPIRASI - Ismail - Selasa, 23/06/2020 - 06:13:52 WIB



Mediabintang.com, Jakarta - Membuka hati selapang-lapangnya untuk terus bersyukur adalah karunia dan kenikmatan yang tiada tara. Dan kita dapat belajar menjadi pribadi yang biasa bersyukur dari para janda lanjut usia, seperti Ma Eco yang berprofesi sebagai pemulung dikawasan Bekasi dan sekitarnya. Hari itu,  Minggu (21/6) mereka mendapat tanda kasih sayang dari Humaniora Foundation & Sahabat Kartini.

“Bahagia dan bersyukur, itulah kata-kata yang terucap dari emak Eco.  Memang mereka pemulung, tapi hati dan jiwa mereka luar biasa,” ujar Rani Anggraini Safitri penggiat sosial dari Komunitas Sahabat Kartini, saat mengunjungi gubuk pemulung, Mak Eco, di Kampung Kranggan Kulon  RT.001 Rw.009, Kelurahan Jatisampurna, Kota Bekasi,  lalu.

Dengarlah, berkali-kali, kata Rani, hanya ungkapan terima kasih dan bersyukur yang terlontar dari mulut emak Eco. Dengan kesederhanaannya ia menyambut tamu yang datang ke lapaknya. Rani pun dibekap haru.  “Terima kasih  mak Eco telah menjadi guru kehidupan buat saya. Membuat air mata saya tak berhenti berlinang dengan kata-katanya. Keceriaan, keikhlasanmu, kebahagiaan dan ketulusanmu mengharukan kami, ” ujar Rani dengan mata berkaca-kaca menitikkan air mata haru.

Emak Eco (65 tahun), adalah satu diantara 50 janda lanjut usia berprofesi sebagai pemulung yang menerima sumbangan paket sembako dari Komunitas Sahabat Kartini. Ada 50 paket kebutuhan pokok, antara lain berupa, beras, gula, mie instan, minyak goreng, pasta gigi, sabun, biskuit, minuman sehat, dan uang tunai, diberikan kepada para pemulung di bawah binaan Rumah Singgah Bunda Lenny Humaniora Foundation.

Para janda lanjut usia yang berprofesi sebagai pemulung ini, kata Rani, menjadi teladan untuk kita dalam hal bekerja. Walau dalam posisi sulit mereka tidak meminta-minta dan tidak menggantungkan nasibnya kepada orang lain. “Kita membantu mereka sebagai bentuk empati. Mereka tidak meminta-minta dan ingin dikasihani,” ujarnya.

Kondisi mereka, lanjut Rani, mengingatkan kita untuk tetap bekerja. “Kebutuhan kita harus kita dapatkan sendiri dengan kerja keras. Tak ada yang lebih baik dari pada makan dan minum sesuai jerih payah kita sendiri. Kerja keras dan kondisi mereka harus membuat kita lebih bersyukur atas karunia-Nya,” kata Rani.

Penguatan Semangat Hidup

Selain puluhan pemulung, dan pemerhati masalah sosial, hadir di acara ini artis penyanyi legendaris Nia Daniaty, serta Pendiri dan Ketua Umum Humaniora Foundation, Eddie Karsito.

Pada kesempatan tersebut, Eddie Karsito, menyampaikan terima kasih kepada pengurus Komunitas Sahabat Kartini atas bantuan yang diberikan kepada para pemulung binaannya yang kini terimbas pandemi Covid-19.

“Terima kasih kepada Komunitas Sahabat Kartini, khususnya kepada ibu Rani Anggraini Safitri. Inilah hakekat yang seharusnya kita jalani ketika kita hidup di dunia untuk saling menolong. Allah yang tidak terselami hikmat-Nya telah memberikan hukum ini kepada kita. Saling membantu, saling menolong memerlukan kerendahan hati. Di sanalah letak kasih itu ketika kita saling membantu,” ujarnya.

Saling terkaitan, kata Eddie, membuat manusia saling tergantung satu sama lain. Hal ini secara sunnatullah (hukum alam) mendorong manusia untuk memelihara hubungan baik dengan sesamanya. “Saling terkaitan ini membuat orang merasa sepenanggungan, serta saling memberi jalan keluar bagi penguatan semangat hidup bersama dan bergotong royong,” ujarnya.

Ada 219 pemulung, 50 perempuan diantaranya janda lanjut usia, serta 106 anak yatim, dan warga dhua’fa, yang menjadi binaan Rumah Singgah Bunda Lenny Humaniora Foundation.  Lembaga ini secara berkala membantu masyarakat kurang mampu. Menyantuni fakir miskin, orang sakit, anak yatim dan piatu, anak terlantar, pemulung, pengamen berpotensi, orang jompo, cacat dan manula (Manusia Lanjut Usia).

Sri

 

 
 
Redaksi | Tentang Kami
Copyright 2013