Senin, 06 Juli 2020
07:41 WIB - Pangdam: Dashboard Lancang Kuning Sangat Baik, Sinergitas Semua Elemen Kunci Keberhasilan | 08:57 WIB - Polri Pastikan Tetap Awasi Protokol Kesehatan Usai Maklumat Kapolri Dicabut | 23:15 WIB - Dipusatkan di Siak, Polda Riau Gelar Bakti Sosial Serentak Bersempena Hari Bhayangkara Ke 74 | 07:14 WIB - Tindaklanjuti Instruksi Presiden, Polda Riau Gelar Rapat Koordinator Kesiapan Karhutla 2020 | 19:14 WIB - Musnahkan Puluhan Kilogram Narkoba, Kapolda Riau: Siap Perang dan Serang Duluan | 14:14 WIB - Kenny Gabriel dan Sivia Azizah Rilis Single New York – Remix version
 
MEDIA BINTANG (MB) : SELEB : Mengedukasi Anak-Anak dengan Film Petualangan si Kembar

Mengedukasi Anak-Anak dengan Film Petualangan si Kembar

SELEB - Ismail - Rabu, 24/06/2020 - 11:18:46 WIB



Mediabintang.com, Jakarta – Dipusaran hiruk pikuk Pandemi Covid19 yang belum juga pupus,  sutradara Roy Wijaya, kembali menggarap Film Petualangan si Kembar yang diproyeksikan bagi para pecinta film anak anak di seluruh Nusantara.

Berikut bincang-bincang dengan Roy Wijaya sang sutradara dan Produser Alpha Entertaiment Indah Shesilya Julia yang memproduksi film Petualangan si Kembar.

Mediabintang ( MB)  : 
Bagaimana proses dan realisasi pembuatan film Petualangan si Kembar?

Roy Widjaya ( RW) : 
Sebetulnya semua proses perencanaan dari syuting hingga selesai itu berjalan sekitar 4 sampai 6 bulan. Harusnya sebelum Pandemi Covid19 sekitar 3 bulan itu semua sudah selesai. Apalagi persiapan sudah matang, talent sudah siap. Eeh...tiba-tiba Pandemi Covid19 muncul. Otomatis semua tersentak dan berhenti bergerak. Kita semua juga tidak berani melawan arus. Nah begitu diberlakukan PSBB,  ternyata kita di Jakarta tidak ada ijin untuk berproduksi dan kita justru dapat ijin di daerah Bogor, Cipanas, Jawa Barat.

T : Memang apa sih  pesan di film ini?
Kayaknya seru banget ya?

J : Pesannya sih lebih banyak membangun edukasi anak-anak zaman now. Saya berharap dari film ini anak-anak tidak hanya cuma fasih bicara tentang gadget. Tapi lebih melihat kehidupan mereka sehari-hari. Contohnya anak-anak kadang lebih banyak suka membully terhadap anak lain yang dibawah mereka dengan perkataan yang kurang layak. Seperti " Gembel atau makan tuh nasi busuk!

 Hal-hal ini kita ungkapkan disini ketia Aldi - kebetulan seorang Kristiani- berbicara tentang keTuhanan mereka. Tuhan tidak pernah memberikan pemikiran yang negatif, kita harus memberikan rasa sayang dan sesuatu yang positif.  Lalu ada juga beberapa anak yang saya buat literaturnya adalah anak gembel. Ternyata dikasih rasa sayang oleh mereka dan mereka juga bisa menemukan impian mereka. 

MB :  Lalu apa lagi ?

RW : Sebelum corona ini merebak, sekolah mereka kehilangan beberapa hp. Anak-anak ini berpetualang menemukan beberapa preman. Ada pertanyaan, koq anak-anak bisa menemukan preman ini? Ternyata ada beberapa anak kecil juga yang bermain dengan orang- orang dibalik sekolah itu, karna sekolahan ini kan tidak semuanya orang datang dan pulang untuk bersekolah. Biasanya dibalik sekolah itu terdapat tukang palak dan sabagainya. Nah, anak ini berteman dengan mereka,  jadi ini suasana yang coba saya ciptakan seperti itu.

Penegasan Roy Wijaya diimbuh Produser Film si Kembar, Indah Shesilya Julie : 

MB : Kok tertarik memproduksi film ini? 

Indah Shesilya Julie ( ISJ) : 
Saya diskusi dengan sutradara tentang gimana menghasilkan satu edukasi yang baik tentang anak-anak tapi yang dapat diterima oleh masyarakat luas. Apalagi film anak-anak sekarang ini sudah jarang juga. Kan yang banyak lebih kearah film remaja dan dewasa. Disini kita sama-sama bersyukur kepada Tuhan karena kerja kami telah didukung oleh Parfi,  Sonny dari Yayasan Usmar Ismail dan pemerhati anak, Kak Seto.

T: Emang berapa budgetnya untuk memproduksi film ini?

J: Kalau untuk budget tentatiflah untuk durasi segitu. Saya sendiri secara pribadi awalnya tidak memikirkan secara komersial, tapi bagaimana kita mencoba mengkreatifitaskan anak-anak ini. Juga untuk mengeksplor dan mengedukasi agar anak-anak mengerti pada era kekinian dan memahami apa yang  terjadi saat ini seperti apa. Jadi lebih mengarah ke edukasi anak-anak dan juga kepada kita sebagai orang tua.

T: Rencana mau launching di cinema?

J: Ya, Cinema dan terutama di Youtube channel.

T: Kalau rugi bagaimana ?

J: Kalau untuk untung rugi itu memang sudah resiko, dalam upaya membentuk sesuatu. Memproduk sesuatu pasti ada untung rugi nya. Kalau saya,  untuk prediksi hal ini saya nomor duakan. Yang utama bagaimana film ini bisa diterima oleh masyarakat serta menjadi satu motivasi yang baik untuk sutradara dan penulis bahwa sekarang waktunya anak-anak yang berkreatif. Anak-anak yang punya kerinduan dan mencintai alam, kebersihan, menyayangi sesama, menjauhi kekerasan bahkan narkoba sekalipun.

T: Apa ada kemungkinan dijual ke Netflix?

J: Kalau ada peluang kearah sana kenapa tidak? Kita juga tidak munafik, kok. Pasti kedepannya untuk komersil kita pikirkan juga. Kita perhitungkan itulah nanti nya.

Hero

 
 
Redaksi | Tentang Kami
Copyright 2013