Rabu, 28 Oktober 2020
10:07 WIB - HJ Heni Suhaeni Raih Penghargaan Dari Keraton Kacirebonan Cirebon | 06:51 WIB - Sarifah : Wanita Butuh Tampil Cantik dan Menawan | 21:35 WIB - Kue Balok Si Mamang Tongkrongan Baru Bagi Kaum Milenial | 01:35 WIB - LPPMS Hasilkan Bibit Potensial di Bidang Kecantikan | 10:23 WIB - KH M. Toha Baedhowi Gantikan H. Ruyani Sebagai Ketua MUI Kecamatan Gunung Sindur | 08:01 WIB - MUI Kecamatan Gunung Sindur Gelar Pemilihan Ketua MUI Baru
 
MEDIA BINTANG (MB) : KULINER : Cafe Kopi Chat Rawa Kalong, Siapkan Kopi Khusus Usia 40 Tahun Ke Atas Seperti Apa?

Cafe Kopi Chat Rawa Kalong, Siapkan Kopi Khusus Usia 40 Tahun Ke Atas Seperti Apa?

KULINER - dudung - Minggu, 04/10/2020 - 10:30:42 WIB

mediabintang.com,Rawakalong-Bagi Anda penggemar kopi, cobalah mampir ke cafe Kopi Chat, pertokoan Rawakalong, Parung, Bogor, Jawa Barat. Beragam kopi, dapat Anda Nikmati. Mulai dari rasa original hingga campuran kopi. Jangan kuatir, cafe ini, mengikuti protokol kesehatan covid-19. Pembeli bisa ngobrol bebas dengan setting meja dan tempat duduk berjarak. Cemilan, ada juga, lho.

Kopi kini sudah menjadi lifestyle. Beragam usia bisa menikmatinya. Bagi mereka berusia 40 tahun ke atas, pilihan single origin, sangat baik. Namun, mereka tetap bisa memilih sesuai selera. Ada banyak kopi Nusantara yang tersedia, seperti Aceh Gayo, Batak Mandailing, Java Arabica, Bali Kintamani, Toraja  Kalosi, Papua Wamena dan Luwak.

Tuk kopi panas, "kami memakai kopi arabica, karena tidak terlalu pahit. Untuk kopi yang dingin, kami memakai kopi robusta," kata Hj.Nani Mustikasari.

Ujar Nani Mustikasari lagi, bahwa kopi di cafe Kopi Chat mereka, memiliki perbedaan. 
"Kopinya memakai smotthes (rasa buah), jadi perpaduan antara kopi dan buah bercampur menjadi satu dan tetap mengedepankan taste kopinya,".

Tampak Luar Cafe Kopi Chat Rawakalong, Bogor

Timpal, H. Budi Triyono, suami Nani Mustikasari, selama ini kopi dikenal hanya untuk menghilangkan rasa  kantuk, tapi di kopi Chat, ada inovasi menarik.  "Kami menyediakan kopi tonik. Kopi anti stres, rasanya menyegarkan, dengan irisan timun di dalamnya, ada white Angel, kopi dengan irisan lemon, red angel, kopi dengan irisan stroberi, honeymoon kopi, kopi dengan campuran madu, dan ada produk baru dalgona kopi.

Seiring perjalanan waktu, memenuhi permintaan konsumen, Kopi chat yang berada di ruko Rawakalong depan jalan raya utama ini, membuat inovasi menu. Namun, tetap dalam pengawasan management kopi chat.

"Setelah melalui trial and error membuat menu variasi selama kurang lebih 2 Minggu, kami wajib mengajukan menu baru tersebut ke pusat tuk dikaji kelayakan rasanya. Alhamdulillah, ditrima di pusat," ungkap Triyno bercerita asal mula menu barunya itu.

Salah satu menu makanan andalan mereka adalah mie kucing garong dan mie kucing belang. Ada pun menu baru mereka adalah pisang bakar tabur keju dan coklat, singkong tabur keju.
 
"Kita mempunyai ciri khas tersendiri. Kita tidak menyediakan semua makanan. Jika terlalu banyak, konsep kopi Chat akan menjadi tidak jelas," jelasnya.

Pelayan Membawakan Menu Bagi Konsumen Kopi Chat


Ada pun jam buka kopi Chat, berbeda dengan cafe lainnya.Sabtu-Rabu, buka, mulai pk. 10.00 - 23.00 wib. Kamis-Jumat, buka, mulai pk. 15.00 - 23.00 wib. Mereka menetapkan seperti ini, karena yang biasanya karyawan 2 shift, khusus kamis-jumat hanya 1 shift, sehingga karyawannya yang laki-laki bisa melaksanakan sholat Jumat. 

Menghadapi pandemi covid-19, harga menu kopi chat, tidak sesuai dengan yang diarahkan dari pusat. 
"Harga yang ditetapkan lebih murah, mengingat daya beli masyarakat disaat pandemi seperti ini. Kami  menekankan kualitas tetap bagus. Jika harga dinaikkan, kami kuatir akan ditinggal. Tahun ini kami tidak fokus ke profit tapi berharap konsumen mengenal dulu," lanjut H. Budi Triyono. 

Cappucino Menu Kopi Chat

Kopi Chat di Bukit Dago, didirikan setahun yang lalu, tepatnya 17 Februari 2020. "Target pasar kami membidik segala usia, dengan berbagai macam variasi kopi," ungkap H. Budi Triyono, selaku owner kopi Chat didampingi istrinya Hj. Nani Mustikasi.

Mereka mulai membuka cafe Chat, sebagai persiapan masa pensiun. "Jadi ketika pensiun tiba, kami tetap bisa berkarya," tutur mereka.

Konsep awal dalam membuka usaha ini, mereka pengin menjadikan cafe mereka, sebagai tempat tongkrongan. Sambil ngopi menikmati panganan cemilan.Seperi, chicken katsu bbq, chicken katsu blockpepper,singkong keju, pisang bakar serta roti bakar.

"Saya dan isteri bukan penggemar kopi dan tidak suka nongkrong. Namun, saya pengin punya cafe, dimana seseorang bisa ngopi sambil makan cemilan. Jadilah kami franchise di kopi chat," urai H. Budi Triyono.

Owner Cafe Kopi Chat, H. Budi Triyono dan isteri, Nani Mustikasari

Ada pun keputusan franchise, untuk kemudahan usaha kuliner yang akan dijalaninya itu. Kebutuhan mulai dari pengadaan kopi hingga perlengkapan meracik kopi, pelatihan karyawan, dekorasi tempat, hingga cara memasarkan dengan media on line, dibimbing oleh pihak management kopi chat.

"Karyawan kami ada 7 orang, 2 orang barista, 2 orang cooker, 2 orang waitres dan 1 orang administasi, dan semuanya di training di pusat, selama 1 bulan, sebelum bekerja di kopi Chat," ujar Hj. Nani Mustikasari.

Satu bulan mulai membuka usahanya itu, mereka dihadapkan dengan pandemi covid-19. Konsep kopi Chat  yang awalnya sebagi tempat nongkrong, dengan mengedepankan suasana nyaman, mulai terkendala. Atas himbauan pemerintah daerah, pelaku usaha makanan dan minuman, semuanya harus take away.

Untuk merespon pembeli, promo-promo kerap dilakukan.  Seperti memberikan kartu diskon. (dudung)

 
 
Redaksi | Tentang Kami
Copyright 2013