Merasa Bersalah, Anak Pertama Mendiang Opa Hans & Oma Rita Akhirnya Nongol Beri Klarifikasi

Aris Tokra (Anak pertama mendiang Opa Hans & Oma Rita), Andreas Sapta Finady SH, C. MED dan Niko Kreshna Ap, SH, MH., CLA (ka-ki)

Mediabintang.com, Jakarta– Sejauh ini karena merasa dirugikan dan disudutkan atas pemberitaan sejumlah media membuat Aris Tokra akhirnya muncul ke permukaan. Hal itu terkait kematian kedua orang tuanya, yakni Opa Hans Tomasoa dan Oma Rita yang sempat viral karena ditemukan sudah membusuk di rumahnya di Perumahan Citra Indah Bukit Raflesia, Desa Singajaya, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pekan lalu.

“Sebagai anak pertama saya akui saya bersalah, tapi tolong itu dialamatkan ke saya saja. Bukan ke adik-adik saya yang lain (Bradley & Ciro),” katanya, dibilangan Kemang Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Ia mengaku keberatan jika sang adik disebutkan tak memperhatikan apalagi menelantarkan kedua orangtuanya. Mengingat selama ini, kedua adiknya itu yang masih berhubungan lewat telepon. “Terakhir komunikasinya lewat handphone. Malah sempat kedua orang tua saya mau diajak tinggal di Bandung sama adik saya yang bungsu,” terangnya.

Aris Tokra menambahkan dirinya tak habis pikir jika pemberitaan yang beredar selama ini banyak yang salah. “Saya juga bingung atas dasar apa orang tersebut mengeluarkan statemen ke media. Padahal kapasitas mereka bukan dari keluarga, jelas tak banyak tahu tentang keluarga kami,” tegasnya.

Hal serupa dikatakan Andreas Sapta Finady SH, C. MED selaku kuasa hukum Aris Tokra yang keberatan dengan oknum tersebut. Ia mengultimatum si oknum yang berinisial JT untuk segera minta maaf dan menemuinya.

“Anda yang berinisial JT jangan pansos dalam kasus ini. Kami tunggu itikad baik Anda untuk minta maaf dan mengklarifikasi atas pernyataan di sejumlah media. Kami tunggu dalam waktu 24 jam. Jika tidak segera dilakukan, kami akan mengambil langkah serius (hukum),” ungkap Andreas didampingi niko Kreshna Ap, SH, MH., CLA.

Telat Hadir ke Pemakaman

Sebelum Aris Tokra angkat bicara, berdasarkan pemberitaan yang ada dimedia konvesional maupun media sosial dari keterangan warga setempat, bahwa tiga anak Hans dan Rita itu s diketahui tidak pernah menjenguk orang tuanya.

Padahal, anak-anak Hans dan Rita tinggal tidak jauh, yakni di Jakarta, Bandung, dan Bekasi.
Rita diketahui sudah menderita stroke cukup lama, sementara Hans sudah tampak tertatih saat berjalan. Namun, tidak ada anak-anaknya yang datang untuk sekadar menjenguk dan merawat mereka.
Sehingga, pasutri lansia itu hanya hidup berdua saja dengan dibantu warga sekitar dan jemaat gereja. Setelah orang tuanya meninggal, ketiga anak tersebut baru datang.

Padahal sebelumnya, ketika dihubungi oleh pengurus RT setempat saat jasad Hans dan Rita ditemukan, anak-anak Hans dan Rita itu tidak ada respons. Rosya

Bagikan ke jaringanmu :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini

Ratangan omah
Sotis Residence Pejompongan Hadirkan Sensasi Liwetan: Sajian Nusantara yang Penuh Kehangatan
Bali
Bali Diambang Jenuh: Pariwisata untuk Siapa?
Screenshot_20250825_072821_WhatsApp
TVRI Luncurkan Film Surat Untuk Presiden
Screenshot_20250809_093121_WhatsApp
Pameran Indo Leather Eat & Footwear (ILF) dan Indo Garment Textile (IGT) EXPO 2025 Dibuka
Screenshot_20250809_093121_WhatsApp
Pameran Indo Leather & Footwear (ILF) EXPO 2025, Alas Kaki Nasional Mencetak capaian positif

Populer

Ratangan omah
Sotis Residence Pejompongan Hadirkan Sensasi Liwetan: Sajian Nusantara yang Penuh Kehangatan
Bali
Bali Diambang Jenuh: Pariwisata untuk Siapa?
Screenshot_20250825_072821_WhatsApp
TVRI Luncurkan Film Surat Untuk Presiden
Screenshot_20250809_093121_WhatsApp
Pameran Indo Leather Eat & Footwear (ILF) dan Indo Garment Textile (IGT) EXPO 2025 Dibuka
Screenshot_20250809_093121_WhatsApp
Pameran Indo Leather & Footwear (ILF) EXPO 2025, Alas Kaki Nasional Mencetak capaian positif